Selasa, 14 September 2010

Raja-Raja di Kerajaan Tarumanegara

Raja-raja yang pernah memerintah dikerajaan Tarumanegara :

1. Jayasingawarman (358-382)
2. Dharmayawarman (382-395)
3. Purnawarman (395-434)
4. Wisnuwarman (434-455)
5. Indrawarman (455-515)
6. Candrawarman (515-535)
7. Suryawarman (535-561)
8. Kertawarman (561-628)
9. Sudhawarman (628-639)
10. Hariwangsawarman (639-640)
11. Nagajayawarman (640-666)
12. Linggawarman (666-669

Raja yang paling berperan dikerajaan Tarumanegara :

Raja Jayasingahawarman ; Kerajaan Terumanegara di bangun oleh Raja Jayasinghawarman ketika memimpin pelarian keluarga kerajaan dan berhasil meloloskan diri dari musuh yang terus menerus menyerang kerajaan Salakanagara.
Di pengasingan, tahun 358 M, Jayasinghawarman mendirikan kerajaan baru di tepi Sungai Citarum, di Kabupaten Lebak Banten dan diberi nama Tarumanegara. Nama Tarumanegara diambil dari nama tanaman yang bernama tarum, yaitu tanaman yang dipakai untuk ramuan pewarna benang tenunan dan pengawet kain yang banyak sekali terdapat di tempat ini. Tanaman tarum tumbuh di sekitar Sungai Citarum. Selain untuk pengawet kain, tanaman ini merupakan komoditas ekspor dan merupakan devisa pemasukan terbesar bagi KerajaanTarumanegara.

Raja Jayasinghawarman berkuasa dari tahun 358-382 M. Setelah raja mencapai usia lanjut, raja mengundurkan diri untuk menjalani kehidupan kepanditaan. Sebagai pertapa, Jayasinghawarman bergelar Rajaresi. Nama dan gelar raja menjadi Maharesi Rajadiraja Guru Jayasinghawarman.

Raja Purnawarman ; Kejayaan kerajaan Tarumanagara mencapai puncaknya pada masa Sri Maharaja Purnawarman. Sri Maharaja Purnawarman, diwisuda menjadi raja menggantikan ayahandanya, 2 tahun sebelum beliau wafat. Ayahandanya Rajaresi Darmayawarman mengundurkan diri dari tahta kerajaan dan memilih hidup di pertapaan menempuh manurajasunya. Purnawarman diwisuda menjadi raja pada tahun 395 M.

Tindakan yang pertama diambil Purnawarman ialah memindahkan ibukota kerajaan ke sebelah utara ibukota lama Jayasingapura. Ibukota yang baru itu diberi nama Sundapura = Kota Sunda, kata sunda atau sudha atau sundha, yang berarti bersih, jernih, murni

Tiga tahun selanjutnya Purnawarman membuat pelabuhan, sebagai pangkala kapal-kapal perang kerajaan trauma

Pada tahun ke 22 masa pemerintahannya, Purnawarman membangun saluran air. Tujuan pembangunan saluran itu untuk mengairi sawah dan mencegah banjir. Saluran itu bernama Gomati dan Chandrabagha. Pembuatannya berlangsung selama 21 hari. Panjang saluran 6.112 tombak (11 km). Selesainya pembangunan saluran air ditandai penyerahan 1.000 ekor lembukepada para brahmana

Sang Purnawarman adl seorang pemberani yang menguasai ilmu dan siasat perang yang menjadikan dirinya seorang raja yang perkasa dan dahsyat bhimaparakhamoraja, tidak satupun senjata musuh yang dapat melukainya karena dalam perang ia selalu menggunakan baju pelindung dari baja

Kerajaan-kerajaan yang berhasil dia tundukan diantaranya : Salakanagara, Cupunagara, Nusa Sabay, Purwanagara, Ujung Kulon dll , ada 44 kerajaan kecil yang berhasil ditundukan selama masa pemerintahannya.

Raja Linggawarman ; Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanagara jatuh kepada menantunya dari putri sulungnya, yaitu Tarusbawa.

Kekuasaan Tarumanagara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanagara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanagara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar